Lirik Indonesia Raya - W.R. Supratman

Lirik Indonesia Raya - W.R. Supratman 


Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya
Indonesia Tanah pusaka Pusaka Kita semuanya
Marilah kita mendoa Indonesia bahagia
Suburlah Tanahnya Suburlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Tanah yang suci Tanah kita yang sakti
Disanalah aku berdiri ‘njaga ibu sejati
Indonesia! Tanah berseri Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji Indonesia abadi
Slamatlah Rakyatnya Slamatlah putranya
Pulaunya lautnya semuanya
Majulah Negrinya Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya

Sejarah Bendera Merah Putih


Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal). Warnanya diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih.
Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.
Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.
Di jaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.
Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda.
Bendera yang dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera nasional.

Arti Warna

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.
Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.
Bendera Pusaka
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekaan tersebut, untuk pertama kalinya secara resmi Bendera Kebangsaan Merah Putih dikibarkan oleh Latief Hendaningrat dan Suhud. S. Bendera tersebut merupakan hasil jahitan Ibu Fatmawati Soekarno dan selanjutnya bendera inilah yang disebut “Bendera Pusaka” Bendera Pusaka berkibar siang dan malam ditengah hujan, tembakan sampai Ibukota Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta pada tahun 1946. Pada tahun 1948 Belanda melancarkan agresi militernya. Pada waktu itu Ibukota RI berada di Yogyakarta, Bapak Husein Mutahar (Bapak Paskibraka-red) ditugaskan oleh Presiden Soekarno untuk menyelematkan Bendera Pusaka. (Penyelematan Bendera tersebut merupakan salah satu bagian dari sejarah untuk menegakan berkibarnya Sang Merah Putih di persada Ibu Pertiwi) Untuk menyelamatkan Bendera Pusaka tersebut terpaksa Bapak Husein Mutahar harus memisahkan antara bagian yang merah serta putihnya. Akhirnya dengan bantuan Ibu Perna Dinata benang jahitan diantara Bendera tersebut berhasil dipisahkan. Selanjutnya kedua bagian tersebut masing-masing di simpan sebagai dasar pada kedua tas Bapak Husein Mutahar yang selanjutnya tas tersebut diisi dengan pakaian serta perlengkapan pribadi miliknya. Hal ihwal Bendera tersebut dipisahkan, karena pada waktu itu beliau mempunyai pemikiran bahwa setelah dipisah Bendera tersebut tidak lagi dapat dikatakan Bendera karena hanya sebatas secarik kain. Hal ini dilakukan guna menghindari penyitaan dari pihak Belanda. Tak lama setelah Presiden menyerahkan Bendera Pusaka, Beliau ditangkap dan diasingkan oleh Belanda bersama Wakil Presiden beserta staf kepresidenan lainnya ke Muntok, Bangka Sumatera. Sekitar pertengahan bulan Juni 1948 Bapak Husein Mutahar menerima berita dari Bapak Soejono , isi pemberitahuan itu yakni adanya surat pribadi Presiden pada dirinya yang pada pokoknya Presiden memerintahkan Bapak Husein Mutahar guna menyerahkan kembali Bendera Pusaka kepada Beliau dengan perantaraan Bapak Soejono yang selanjutnya Bendera Pusaka tersebut dibawa serta diserahkan kepada Presiden ditempat pengasingan (Muntok, Bangka). Setelah mengetahui hal tersebut, dengan meminjam mesin jahit milik isteri seorang dokter, Bendera Pusaka yang terpisah menjadi dua bagian tersebut disatukan kembali persis pada posisinya semula, akan tetapi sekitar 2 cm dari ujung Bendera ada sedikit kesalahan jahit. Selanjutnya Bendera tersebut di serahkan kepada Bapak Soejono sesuai dengan isi surat perintah Presiden.

INFO RAIMUNA NASIONAL TERUPDATE

Bagaimana cara mengikuti Raimuna Nasional 2017? Apa saja syarat agar bisa mengikuti Raimuna Nasional XI? Dua pertanyaan tentang cara dan syarat mengikuti Rainas ini menjadi pertanyaan bagi sebagian pramuka penegak dan pandega. Sebagai pertemuan paling akbar bagi pramuka penegak dan pandega di seluruh Indonesia, tidak mengherankan jika setiap pramuka penegak dan pramuka pandega berharap dapat mengikuti kegiatan tersebut. Raimuna Nasional XI Tahun 2017, sebagaimana raimuna-raimuna sebelumnya, telah menjadi magnet tersendiri bagi setiap pramuka.

Karena itu, kali ini Blog Pramukaria akan mengulas tata cara dan syarat yang harus dipenuhi agar seorang pramuka penegak dan pandega dapat mengikuti Raimuna Nasional yang digelar lima tahun sekali ini.

Raimuna Nasional adalah pertemuan pramuka penegak dan pramuka pandega dalam bentuk perkemahan besar tingkat nasional. Pesertanya adalah pramuka penegak dan pandega utusan dari setiap kwartir cabang dan kwartir daerah se-Indonesia. Raimuna Nasional 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 13 s.d 21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, DKI Jakarta.
Syarat ikut raimuna nasional

Baca juga artikel:

  • Download Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI 2017
  • Logo dan Maskot Raimuna Nasional XI 2017
  • Sejarah dan Daftar Pelaksanaan Raimuna Nasional

Berikut cara dan syarat mengikuti Raimuna Nasional XI 2017

1. Peserta Raimuna Nasional 2017


Komposisi peserta Raimuna Nasional 2017 terdiri atas:
  1. Peserta utusan Kwartir Cabang
    Setiap Kwartir Cabang berhak untuk mengirimkan 2 umpi putra dan 2 umpi putri. Masing-masing umpi beranggotakan 6 orang pramuka penegak dan pandega. Umpi adalah satuan terkecil (seperti regu dan sangga) yang beranggotakan campuran antara pramuka penegak dan pandega. Jadi setiap Kwartir Cabang berhak untuk mengirimkan maksimal 24 anggota pramuka penegak dan pandega sebagai peserta Raimuna Nasional 2017.
  2. Peserta utusan KBRI
    Gugusdepan yang berpangkalan di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) bisa mengikutkan pramuka penegak dan pandega anggotanya sebagai peserta Raimuna Nasional 2017. Kuota untuk utusan KBRI adalah 200 orang.

2. Persyaratan Peserta Raimuna Nasional 2017


Untuk dapat mengikuti Raimuna Nasional 2017, seorang anggota pramuka penegak dan pandega harus memenuhi beberapa syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka. Syarat tersebut adalah sebagai berikut:
  • Syarat Umum
    1. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang aktif di gugusdepan, biasanya dibuktikan dengan Surat Keterangan atau Surat Pengantar dari gugusdepan.
    2. Bagi pramuka penegak, telah menyelesaikan SKU Pramuka Penegak Laksanadan Pramuka Garuda.
    3. Bagi pramuka pandega, telah menyelesaikan SKU Penegak dan Pramuka Garuda.
    4. Berusia 17 - 24 tahun.
    5. Sehat jasmani dan rohani, biasanya dibuktikan dengan Surat Sehat dari dokter.
    6. Sanggup mentaati aturan dalam Raimuna Nasional 2017.
  • Syarat Administrasi
    1. Memiliki Kartu tanda Anggota (KTA) Pramuka.
    2. Memiliki Kartu Asuransi Kecelakaan diri/jiwa yang masih berlaku.
    3. Mengisi formulir pendaftaran via online dengan menyertakan hasil scan KTA, Kartu Ansuransi Jiwa, Surat Keterangan Sehat dari dokter, dan Pas Foto.
    4. Mengisi formulir kegiatan pilihan.
    5. Melampirkan surat mandat dari Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang.
    6. Melampirkan surat keterangan sehat dari dokter.
    7. Menyerahkan Pas Photo uk. 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar.
    8. Membayar biaya kegiatan sebesar Rp 650.000,-/orang. Biaya ini untuk KIT peserta (kaos, scarf, topi, tas daypack, id card, dan buku panduan), paket wisata, kegiatan subcamp, dan konsumsi natuna selama kegiatan.

UPDATE 24 FEBRUARI 2017:

Atas desakan berbagai pihak, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka 2017 yang dilaksanakan di Cibubur pada 22-24 Februari 2017, memutuskan perubahan syarat umum bagi peserta, terutama poin 2 dan 3 (terkait pramuka garuda). Yang semula syaratnya "bagi pramuka penegak, telah menyelesaikan SKU Pramuka Penegak Laksana dan Pramuka Garuda"; dan "bagi pramuka pandega, telah menyelesaikan SKU Penegak dan Pramuka Garuda", diubah menjadi:

  1. Setidaknya terdapat seorang Pramuka garuda pada setiap Umpi;
  2. Peserta lainnya adalah Pramuka penegak yang memiliki Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penegak Laksana dan Pramuka Pandega
  3. Pada setiap Umpi ada perweakilan Dewan Kerja Cabang (DKC)
Selengkapnya baca: Syarat Peserta Rainas Harus Pramuka Garuda Dikoreksi

Keterangan:

Syarat-syarat umum sebagaimana tersebut di atas biasanya harus sudah dilengkapi saat calon peserta mengikuti seleksi di tingkat kwartir cabang. Sedangkan untuk syarat-syarat administrasi biasanya peserta akan dibantu oleh masing-masing kwartir cabang untuk memenuhinya.

Di setiap kwartir cabang bisa jadi menetapkan persyaratan yang sedikit berbeda. Karena itu silakan hubungi kwartir cabang atau Dewan Kerja Cabang di kabupaten/kota masing-masing.

Terkait dengan syarat telah menyelesaikan Pramuka Garuda, bagi yang belum, jangan terlalu berkecil hati. Cari informasi terlebih dahulu di kwarcab masing-masing. Bisa jadi kwarcab tetap memberi kesempatan bagi yang belum menyelesaikan pramuka garuda, tentu dengan catatan calon peserta bersedia untuk menyelesaikan dan mencapainya sebelum hari H pelaksanaan Raimuna Nasional.

3. Tata Cara Mengikuti Raimuna Nasional


Secara umum, setiap kwartir cabang akan menyelenggakan tahapan seleksi calon peserta dan pembekalan/ pemantapan materi peserta Raimuna Nasional sebelum mengirim kontingennya ke Raimuna Nasional.

Seleksi Calon Peserta Raimuna Nasional 2017
  1. Seleksi Peserta Raimuna Nasional dilaksanakan oleh Kwartir Cabang atau Dewan Kerja Cabang di kabupaten/kota masing-masing.
  2. Waktu pelaksanaan seleksi tergantung masing-masing Kwarcab, tetapi biasanya dilaksanakan beberapa bulan sebelum pelaksanaan Raimuna Nasional.
  3. Syarat dan ketentuan untuk dapat mengikuti seleksi tergantung masing-masing Kwarcab tetapi tetap berpedoman pada Syarat Umum dan Administrasi Peserta Raimuna Nasional yang telah ditetapkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka.
  4. Materi seleksi seputar pengetahuan umum kepramukaan, PBB, scoting skill, dan lain-lain yang biasanya dilaksanakn secara tertulis dan wawancara.

Pembekalan dan Pemantapan Materi

Setelah lolos dalam seleksi calon peserta Raimuna Nasional akan mengikuti pembekalan dan pemantapan materi yang dilaksanakan oleh Kwartir Cabang. Waktu dan lama pembekalan materi tentu tergantung kebutuhan masing-masing kwartir cabang. Bisa beberapa minggu hingga beberapa bulan.

4. Hubungi DKC atau Kwarcab


Untuk memastikan berapa umpi dan berapa banyak penegak dan pandega yang dikirim oleh kwartir cabang masing-masing untuk mengikuti Raimuna Nasional 2017, silakan hubungi kwarcab dan DKC (Dewan Kerja Cabang) masing-masing. Pun untuk mengetahui persyaratan lebih lengkap, serta kapan waktu diselenggarakannya seleksi calon peserta Raimuna Nasional 2017.

Untuk semua pramuka penegak dan pandega se-Indonesia, jangan sampai ketinggalan. Manfaatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan paling akbar lima tahun sekali ini!

Dan terkait berbagai syarat dan tata cara untuk mengikuti Raimuna Nasional 2017tersebut untuk memastikan bahwa peserta Raimuna Nasional 2017 memang benar-benar pramuka penegak dan pandega terbaik dan paling pantas untuk mewakili kwartir cabang masing-masing.

Akhirnya, selamat ber-raimuna dan sukses rainas 2017!

Pengertian Pramuka dan Sejarah Pramuka

Pengertian Pramuka dan Sejarah Pramuka | Apa itu pramuka? Pramuka adalahsingkatan dari Praja Muda Karana dan merupakan organisasi atau gerakan kepanduan. Pramuka adalah sebuah organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam dunia internasional, Pramuka disebut dengan istilah "Kepanduan" (Boy Scout).Gerakan Pramuka memiliki kode Kode Kehormatan Pramuka, sebagaimana yang tertuang dalam Anggaran Dasar Pramuka, Gerakan Pramuka memiliki Kode Kehormatan yang terdiri atas janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma Kode Kehormatan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya, yaitu:
  • Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma.
  • Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma.
  • Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma.
  • Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma.
Sejarah Pramuka dunia pertama kali dipelopori oleh Lord Baden Powell atau nama lengkapnya Robert Sthepenson Smyth Baden Powell of Giwell, seorang warga negara Inggris yang pernah menjadi tentara. Sejak kecil Baden Powell dikenal sebagai anak yang mencintai kegiatan luar ruangan (outdoor). Ia sering bermain di hutan kecil, di samping sekolahnya. Kemah pertama kepanduan yang dipimpin Baden Powell, terjadi pada tanggal 1 Agustus 1907 yang bertempat di Brownsea Island, Inggris. Karena itulah, Tanggal 1 Agustus pun ditetapkan sebagai Hari Kepanduan Dunia.
Pengertian Pramuka dan Sejarah Pramuka
Pengertian Pramuka
Di Indonesia, sejarah Pramuka Indonesia dianggap lahir pada tahun 1961. Hal ini mengacu pada Keputusan Presiden RI No. 112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dan dipertegas lagi dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961. Secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia memberikan anugrah Panji Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka dan hingga saat ini diperingati setiap tahunnya.

Lambang Gerakan Pramuka adalah gambar silhouette Tunas Kelapa yang diciptakan oleh bapak Sunardjo, seorang pensiunan Departemen Pertanian. Arti dari lambang pramukaadalah sebagai berikut:
  • Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti: penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Dengan kata lain lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  • Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga, yang menggambarkan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
  • Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya, artinya tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
  • Nyiur bertumbuh menjulan lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Ini mencerminkan bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
  • Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan keyakinan tiap Pramuka mempunyai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat, dan nyata, ialah tekat dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
  • Nyiur adalah pohon serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

TIGA TOKOH PERUMUS PANCASILA

 1.      Prof. Muhammad Yamin, SH


TIGA TOKOH PERUMUS PANCASILA:Prof. Muhammad Yamin, SH 

Muhammad Yamin dilahirkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada tanggal 23 Agustus 1903. Ia menikah dengan Raden Ajeng Sundari Mertoatmadjo. Di zaman penjajahan, Yamin termasuk segelintir orang yang beruntung karena dapat menikmati pendidikan menengah dan tinggi. Lewat pendidikan itulah
, Yamin sempat menyerap kesusastraan asing, khususnya kesusastraan Belanda.


Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tradisi sastra Belanda diserap Yamin sebagai seorang intelektual sehingga ia tidak menyerap mentah-mentah apa yang didapatnya itu. Dia menerima konsep sastra Barat, dan memadukannya dengan gagasan budaya yang nasionalis.
Pidato Muhammad Yamin berisikan lima asas dasar Negara Indonesia Merdeka, yaitu :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Setelah berpidato, Muhammad Yamin menyampaikan usulan secara tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Republik Indonesia. Dalam rancangan UUD tersebut, tercantum pula rumusan lima asaa dasar negara Indonesia, yaitu :
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradap
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    2.      Prof. Mr. Dr Soepomo


TIGA TOKOH PERUMUS PANCASILA :    Prof. Mr. Dr Soepomo
Prof. Mr. Dr Soepomo (EYD: Supomo; Sukoharjo, 22 Januari 1903Jakarta, 12 September 1958) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia.Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-undang Dasar 1945, bersama dengan Muhammad Yamin dan Sukarno (lihat Marsillam Simanjuntak).
"Pandangan negaraintegralistik : sumber, unsur, dan riwayatnya dalam persiapan UUD 1945" sebagaiacuan tambahan tentang peran Soepomo dalam penyusunan UUD 1945). Berasal dari keluarga aristokrat Jawa, kakek Soepomo dari pihak ayah adalah
Raden Tumenggung Reksowardono

Soepomo menyarankan Indonesia menggunakan teori “Integralistik”, yaitu “Teori yang berdasarkan Persatuaan dan Kebangsaan Indonesia yang terdiri dari Semangat Kekeluargaan, Tolong-Menolong, Koperasi, Berdaulat dan Adil”
      3.      Ir. Soekarno
TIGA TOKOH PERUMUS PANCASILA: Ir. Soekarno
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.

Rumusan dasar negara yang diusulkan oleh Soekarno adalah sebagai berikut :
1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Lirik Indonesia Raya - W.R. Supratman

Lirik Indonesia Raya - W.R. Supratman  Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Disanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku Indonesia k...

Kategori

Kategori