Showing posts with label SURVIVAL. Show all posts
Showing posts with label SURVIVAL. Show all posts

TANDA TANDA JEJAK ATAU MEDAN UNTUK MAPPING DALAM KEPERAMUKAAN

Selamat datang di KIP(kumpulan Ilmu Pramuka) Semoga Artikel ini menambah wawasan anda tentang ilmu keperamukaan
Tanda medan untuk kegiatan mapping dalam kepramukaan. Dalam berbagai kegiatan mapping di kepramukaan, penggunaan tanda medan adalah mutlak. Mapping (pemetaan), seperti peta pita, peta lapangan, peta lokasi, ataupun peta perjalanan, selalu membutuhkan tanda medan. Karena itu, bagi seorang anggota pramuka penguasaan akan tanda medan menjadi sebuah teknik kepramukaan (scouting skill) yang sangat diperlukan. Baik untuk membaca peta maupun sebaliknya, untuk membuat peta.

Tanda medan adalah simbol-simbol atau gambar-gambar yang melambangkan kondisi atau situasi medan dalam sebuah peta. Tanda medan ini digunakan dalam berbagai kegiatan mapping (pemetaan) seperti peta perjalanan dan peta pita sebagai penunjuk keadaan di kanan dan kiri jalan. Juga pada peta lapangan dan lokasi sebagai penanda kondisi dan situasi medan yang tergambar di peta.



tanda medan


Scouting skill dalam pembuatan tanda medan menggunakan gambar-gambar (simbol) yang sederhana, mudah dibuat, dan umum diketahui oleh orang lain. Sehingga pada saat melakukan perjalanan sekalipun tanda-tanda ini dapat dibuat dengan cepat tanpa menghambat perjalanan. Pun bagi orang lain yang membacanya akan langsung dapat memahami makna-makna dari simbol-simbol yang digunakan sebagai tanda medan.

Contoh tanda medan yang umum dan sering dipakai di kepramukaan adalah sebagai berikut :




Itulah berbagai tanda medan yang sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan mapping di kepramukaan Sekilas dari admin, semoga bermanfaat.
MATERI KOMPAS

MATERI KOMPAS

Kompas

01 Jan
Kompas adalah sebuah alat yang berbentuk bulat untuk menetapkan/ menunjukkan arah mata angin. Seorang pengembara dan ahli berkemah, harus mengetahui benar tentang Kompas. Dengan bersemboyan pada Kompas, ia akan dapat mengikuti jalan yang tertera dalam Peta, maka ia tidak akan tersesat dalam perjalanan/pengembaraan.
Bagian-bagian penting dari Kompas:
  1. Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka derajat dan huruf mata anqin.
  2. Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran.
  3. Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat Kompas.
  4. Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara Magnet.
  5. Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45° yang dapat diputar.
  6. Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang Kompas saat membidik
CARA MEMPERGUNAKAN KOMPAS
  1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut akan menunjukkan ARAH UTARA MAGNET.
  2. Bidik sasaran meialui Visir, melalui celah pada kaca pembesar, setelah itu miringkan kaca pembesar kira-kira bersudut 50° dengan kaca dial.
Kaca pembesar tersebut berfungsi sebagai:
  1. Membidik ke arah Visir, membidik sasaran
  2. Mengintai derajat Kompas pada Dial.
  3. Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar.
  4. Apabila sasaran bidik 30° maka bidiklah ke arah 30°. Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik Sasaran sepanjang jalur 30°.  Carilah sebuah benda yang menonjol/tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30° tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Di tempat itu kita Melambung (keluar dari route) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30°.
  5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu  Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading) agar kita dapat kembali ke pangkalan apabila tersesat dalam perjalanan.
RUMUS BACK AZIMUTH/BACK READING
  1. Apabila sasaran kurang dari 180° = di tambah 180° 0 – 180°  = X + 180°
  2. Apabila sasaran lebih dari 180° = di kurang 180°  180°- 360° = X – 180°
Contoh: Sasaran balik dari
  1. 30°    adalah    = 30° +    180° = 210°
  2. 240°    -”-        = 240° -    180° = 60°
  3. 451 34′ 20″    -”-    = 225°    34′ 20″
  4. 178° 54′ 14    -”-    = 001 °    05′ 45″
MATA ANGIN
U (Utara)    0° atau 360°
UTL (Utara Timur Laut )   22° 30°
TL (Timur Laut)    45°
TTL (Timur  Timur  Laut )   67° 30°
T (Timur)    90°
TMG (Timur Menenggara)    112° 30°
TG (Tenggara)    135°
SMG (Selatan Menenggara)    157° 30°
S (Selatan)    180°
SBD (Selatan Barat Daya)    202° 30°
BD (Barat Daya)    225°
BBD (Barat Barat Daya)    247° 30′
B (Barat)    270°
BBL (Barat-Barat Laut)    290° 30°
BL (Barat Laut)    315°
UBL (Utara Barat Laut )   337° 30′
Benda-benda lain yang dapat digunakan untuk menentukan arah Mata Angin:
1.    Matahari, terbit di Timur dan terbenam di Barat
2.    Masjid, sebagai kiblat menghadap Barat Laut
3.    Bintang, Rasi-rasi bintang pada malam hari.
4.    Kuburan Islam, batu nisan membujur dan Utara-Selatan.
5.    Silet, jika diapungkan di atas air
Menaksir | Materi Pramuka | Tekpram

Menaksir | Materi Pramuka | Tekpram

Menaksir

Menaksir adalah memperkirakan (mengira-ngira) tinggi suatu pohon, lebar sebuah sungai, arus sungai, jarak perjalanan, keadaan cuaca dan mengukur berat suatu benda.
Mengukur suatu tidak dengan perkiraan atau dengan menyebut sebuah bilangan. Perkiraan yang kita buat haruslah didasarkan pada suatu perhitungan dan pada sebuah bilangan yang sudah diketahui. Untuk itu, kita harus mengetahui ukuran diri kita sendiri dengan cara mengetahui :
  1. Ukuran jempol
  2. Panjang dari ujung jempol hingga ujung telunjuk
  3. Panjang dari ujung jempol hingga ujung kelingking
  4. Lebar tangan
  5. Panjang dari pergelangan tangan hingga siku
  6. Panjang telapak kaki
  7. Panjang tangan direntangkan
  8. Panjang langkah kaki
  9. Tinggi badan
  10. Berat badan
Ukuran badan yang sudah kita ketahui, catat dalam buku dan hafalkan di luar kepala. Lebih baik lagi jika kita mempunyai tongkat yang panjangnya 1,6 M.
  • Sendi yang paling ujung Jari Tengah atau Jempol           (1 inci)
  • Jarak antara jempol dengan telunjuk                              (8 inci)
  • Jarak antara jempol dengan kelingking                           (9 inci)
  • Dari pergelangan tangan ke siku, dan juga panjang kaki (10 inci)
  • Dari siku-siku ke ujung telunjuk (disebut cubit)               (17 inci)
  • Dari tengah-tengah tempurung lutut ke tanah                  (18 inci)
  • Kedua tangan lurus ke samping dari ujung jari sampai keujung jari lainnya disebut “vadem” sama dengan  tinggi badan Kita.
  • Denyut darah pada perelangan tangan (pols) kira-kira 75 kali permenit.
  • Satu langkah biasa -+ 2 1/4 kaki
  • Setiap 120 langkah -+ 100 yard
  • Langkah berjalan cepat lebih pendek dari langkah berjalan perlahan
  • Menghitung jarak dapat dihitung dengan kecepatan suara, yaitu kecepatan suara sama dengan jumlah hari dalam setahun (365 hari)
  • Menaksir jarak perjalanan dapat dipergunakan waktu lamanya berjalan yaitu setiap 4 mil = 1 jam
  • Menaksir jarak dengan pandangan :
  1. Pada jarak 50 yard mulut dan mata nampak
  2. Pada jarak 100 yard mata seperti titik
  3. Pada jarak 200 yard kancing dan bagian dari atribut pakaian masih nampak kelihatan.
  4. Pada jarak 300 yard raut muka dapat terlihat
  5. Pada jarak 500 yard warna seragam dapat diketahui
  6. Untuk jarak yang lebih dari tersebut di atas, carilah titik tengahnya dari benda tersebut.
  • Merah pada waktu malam                             = cuaca baik
  • Merah pada waktu pagi akan                         = turun hujan
  • Kuning pada waktu matahari terbenam            = cuaca berangin
  • Kuning pucat pada waktu matahari terbenam   = berarti hujan
  • Embun dari kabut pagi hari                             = cuaca bagus
  • Matahari terbit dari awan yang rendah             = cuaca baik
  • Matahari terbit dari awan yang tinggi               = cuaca berangin
  • Awan halus                                                   = cuaca bagus
  • Awan halus terbatas terang                            = cuaca berangin
  • Awan bergigi                                                 = cuaca berangin kuat
  • Angin sebelum hujan                                     = cuaca baik
  • Hujan sebelum angin                                     = ingat talam dan tali
4. MENAKSIR LEBAR

Menaksir Lebar dengan Rumus : AB = 2 (DE)

Menaksir Lebar dengan Rumus : EF = DF

Masih banyak cara lain untuk mengukur lebar sungai dengan mempergunakan perbandingan-perbandingan ilmu ukur. Misalnya, kalau sungai itu tidak terlalu lebar, lemparkan sebuah batu yang diikat pada seutas tali, sekarang tariklah batu itu, hingga terletak di tepi sungai yang diseberang. Berilah tanda tali yang ada ditangan kita yang terletak di tepi sungai itu. Jarak dari tanda hingga ke batu merupakan lebar sungai yang hendak diukur.
Jagalah supaya tali lurus dan jangan sampai miring letaknya.

5. MENAKSIR TINGGI

Menaksir Tinggi dengan Rumus : AB : AD = BC : DE

Keterangan
AB : Jarak penaksir dengan tongkat
BD : Jarak tongkat dengan pohon
AD : AB + BD
BC : Panjang tongkat
DE : Tinggi Pohon

  1. Letakkan tongkat di air seperti terlihat pada gambar di atas. Setelah tongkat tenang, lemparkan ke air sebatang ranting (harus terapung) atau benda lainnya agak jauh di depan titik (X).
  2. Saat ranting mencapai titik (X) mulailah menghitung waktu yang akan ditempuh sampai titik (Y). Saat mencapai titik (Y) lihatlah berapa waktu tempuh ranting itu dari X ke Y, maka kita dapatkan (T).
  3. Masukkan panjang tongkat dan watu tempuh ke dalam rumus di atas, maka kita akan dapatkan perkiraan besarnya Deras Arus Sungai tersebut.
7. MENAKSIR DALAM SUNGAI

a.Dengan mempergunakan perbandingan llmu Ukur.
Ambil sepotong bambu atau lainnya. Kita berdiri di tepi sungai dan masukkan bambu ke dalam air, hingga membentuk sudut 45° dengan dasar sungai. Panjang sebuah sisi segitiga itu adalah dalamnya sungai.
Persamaan :

b.Dengan mempergunakan Seutas Tali.
Kita berdiri di tepi sungai dengan memegang sebatang bambu. Di ujung bambu kita sangkutkan seutas tali dan pada ujung tali kita gantungkan sebuah batu.
Peganglah bambu itu di atas permukaan air dan luncurkan batu itu ke dalam air. Jika batu itu sudah sampai dasar sungai, maka bagian yang basah dari tali tersebut akan menjadi dalamnya sungai. Kerjakanlah pengukuran ini pada beberapa tempat, agar mendapatkan rata-rata dalamnya sungai.

Menaksir berat suatu benda itu perlu kita ketahui. Misalnya, jika kita pergi ke pasar untuk berbelanja, kita harus dapat menaksir berat ikat yang akan kita beli. Atau kita perlu juga mengetahui untuk menaksir berat perlengkapan berkemah yang akan kita bawa agar kita dapat mengetahui kemampuan badan kita.
Mengukur berat ini memerlukan ketelitian dan hal tersebut tidaklah mudah, perlu latihan terus menerus hingga kita dapat membedakan setiap berat sebuah benda. Untuk melatihnya pertama-tama, ambillah sebuah benda yang beratnya telah diketahui, misalnya sebuah batu yang beratnya 1 Kg, atau ambillah sebuah benda lain yang beratnya juga 1 Kg, yang dipergunakan untuk mengukur berat. Dengan memegang benda ini di tangan yang sebelah, kita mencoba menaksir berat benda yang akan kita timbang dengan tangan yang sebelah lagi. Agar mendapatkan hasilnya, cobalah menimbang barang yang hendak ditimbang itu dengan timbangan. Ulangi percobaan ini beberapa kali, supaya kita mendapat berat yang sebenarnya. Haruslah diingat, bahwa sebuah benda terasa lebih berat di tangan kiri dari pada di tangan kanan.
8 Makanan Yang Bisa Dimakan Pramuka Saat Di Hutan

8 Makanan Yang Bisa Dimakan Pramuka Saat Di Hutan

8 Makanan Yang Bisa Dimakan Pramuka Saat Di Hutan

makanan hutan
Jenis tumbuhan dan hewan yang bisa dimakanan bagi petualang seprti pramuka ketika berada di alam bebas ” hutan, gunung” adalah bekal pengetahuan penting yang harus di miliki oleh setiap individu pramuka atau survival yang sering berpetualang menyambangi hutan liar dan gunung.
Dibutuhkani ilmu Biologi dan Zoologi praktis bagi pramuka untuk membedakan makanan mana yang aman dan berbahaya jika dikonsumsi di alam bebas ketika dalam kondisi dan keadaan tertentu di alam terbuka.
Salah satu penunjang bagi perlindungan tubuh yang berasal dari dalam tubuh adalah makanan yang dibutuhkan untuk menambah kalori, memberikan tenaga pada otot, and mengganti sel – sel yang rusak. Inilah Sumber – sumber makanan yang bisa dimakan ketika berada di hutan versi majalah pramuka online tunaskelapa.com yang bisa anda jadikan bahan pengetahuan sebelum memulai petualangan :
1. Larva kumbang
. Biasanya larva ini hidup di dalam kayu yang membusuk. Mereka bisa disantap langsung. Namun bila jijik, silakan dibakar di atas kayu bakar.
2. Burung
 Semua jenis burung bisa dimakan, Anda bisa membakarnya di atas api unggun sebelum dimakan.Tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan. Jangan pernah memakan burung pemakan bangkai, seperti burung nasar karena rasanya tidak enak
3. Rayap
Serangga yang biasa ditemukan di kayu ini bisa dimakan. Ada yang mengatakan rasanya seperti selai kacang Rayap juga menjadi pilihan makanan yang baik karena mengandung protein yang cukup tinggi
4. Katak
Biasanya bagian yang diambil adalah kaki karena memiliki daging yang tebal. Namun, ada hal yang penting diingat sebelum menyantap katak. Jangan lupa untuk menguliti tubuhnya sebelum dimakan.
5. Kadal dan ular
Kaki belakang dan ekor kadal adalah bagian terbaik untuk dimakan. Namun, jika Anda ingin memakan ular, sebaiknya segera potong kepalanya setelah dimatikan karena inilah bagian paling berbahaya.
6. Jangkrik dan belalang
 Jangkring dan belalang adalah cemilan di beberapa negara di dunia, seperti Thailand. Bahkan, warga Gunung Kidul di Yogyakarta pun menjadikan belalang sebagai salah satu bahan makanan.
7. Semut
 Selain jangkrik dan belalang, serangga lain yang bisa Anda jadikan bahan makan adalah semut. Di Thailand, semut adalah salah satu makanan yang dianggap paling lezat. Kumpulkan semut yang ada di hutan, kemudian bakar atau pun goreng di atas wadah.
8. Makanan dari tumbuhan
Tumbuhan terutama memberikan karbohidrat dan seratnya memperlancar pencernaan.
Contoh tumbuhan yang dapat dimakan :
  •  Umbi : talas, kentang, besusu, paku tanah
  •  Batang : umbut muda pisang, sagu, rumput madu, rebung.
  •  Buah : kelapa, arbei, strawbery hutan, nipah, dll
  •  Biji : padi, jagung, rumput teki madura
  •  Bunga : turi, pisang
  • Daun : rasamala, melinjo, tangkai dan daun begonia ,daun selada air ( arnong )
  • Tunas / pucuk : cemara.
Berati- hatilah saat memilih dan mengetahui makanan yang bisa di konsumsi aman di alam bebas

Lirik Indonesia Raya - W.R. Supratman

Lirik Indonesia Raya - W.R. Supratman  Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Disanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku Indonesia k...

Kategori

Kategori